manusia oh manusia!
Sunday, 1 August 2010

Kira-kira tiga hari setelah lebaran aku pergi mengantar anak ku ke toko buku disebuah mall besar di Jakarta, Alya, nama anak ku, hobbi nya membaca, sehingga tempat favorit yang paling senang dikunjunginya adalah toko buku, sekalian aku juga berbelanja di supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan sehari-hari yang telah habis. Dan setelah membeli sebuah buku, kamipun langsung berbelanja seperlunya lalu beristirahat sebentar disebuah cafe sambil memesan minuman dingin pelepas dahaga di cuaca yang panas terik serta tidak lupa memesan dua potong cheese cake kesukaan anak ku.

Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan dua orang wanita yang kira-kira berusia tiga puluhan yang duduk dimeja tepat didepan ku, namun karna mereka berbicara dengan suara agak keras, jadi bukan salah ku apabila pembicaraan mereka tertangkap sangat jelas oleh telinga ku, hingga membuat aku akhirnya mengalihkan perhatianku kearah mereka berdua, dan turut terbawa oleh alur pembicaraan mereka. Kedua wanita tersebut berpenampilan lumayan menarik namun sedikit berani, dimana keduanya mengenakan tank top berwarna terang dan dipadu dengan mini skirt dan short pant yang memamerkan paha mereka yang mulus. Dan mereka berdua tengah asik berincang-bincang sambil menghembus-hembuskan asap rokok disekitarnya, sehingga membuat meja mereka dipenuhi oleh kepulan asap rokok, tanpa menyadari kalau aku sedang memperhatikan. Namun bukan hal tersebut yang sesungguhnya menarik perhatian ku, melainkan apa yang tengah mereka perbincangkan.

Salah seorang diantara wanita tersebut berkata bahwa saat ini dia sedang dekat dengan seorang laki-laki yang sudah beristri, dan kemudian temannya pun menimpali, “Bagaimana dengan bininya say, apa ga takut kalo sampai ketauan, bisa-bisa ntar loe dicakar lagi”, kata temannya sambil membuang abu rokok kedalam asbak yang telah dipenuhi oleh beberapa puntung rokok didepannya. Dan wanita yang tadi sedang bercerita pun menjawab, “Peduli setan sama bininya coy, yang penting lakinya mau sama gue, hehehe, dan kalo sampe bininya tau malah bagus, kalo perlu mereka ribut dan bercerai, akhirnya kan gue yang menggantikan posisi bininya”. Kemudian lanjutnya, “Kalo bininya sampe berani nyakar gue, sebelum dia nyakar dah gue cakar duluan, ga liat kuku gue neh”, katanya sambil terbahak2″. Astaqfirulloh alazim, “ini perempuan atau iblis ya pikir ku panas”, sambil hampir saja keselek menelan sepotong cheese cake. Dan rasanya ingin sekali aku memaki-maki mereka. Untung saja aku segera sadar kalau semua itu bukanlah urusan ku dan tidak ada hubungannya denganku, dan aku hanya terbawa emosi saja mendengar percakapan yang ga beres ini. Kemudian temannya pun mengomentari, “Ngapain seh loe cari penyakit macarin laki orang segala, emang ga bisa nyari yang masih single or duda, jadi ga beresiko”, katanya. Dan wanita jahanam (maaf karna sedikit emosi) itu pun menjawab dengan santainya, “Hare gene nyari cowok single mana ada yang udah mapan dan punya ini itu, lagian cowok mapan kalo masih single bisa-bisa bermasalah atau ga bisa berdiri”, lanjutnya sambil terbahak-bahak. Kemudian dia meneruskan, ” Pernah seh beberapa kali gue ketemu cowok single tapi sama aja ga mau serius ma gue, maunya cuma enaknya aja, udah gitu ceweknya banyak lagi, daripada gue yang sakit ati mending orang laen yang sakit ati, hahaha”. Sekali lagi dia tertawa dengan puasnya seolah-olah sedang happy. Lalu katanya, “Nah kalo sama duda gue ga demen, suka aneh-aneh kemauanya, cape deh gue ngikutinnya. Paling aman ya sama laki orang ne…., selain udh mapan, dewasa n gampang dibodohin, doi juga setia sama gue, bahkan istrinya dinomor seribuin demi gue”, celotehnya dengan genit sambil mengedipkan sebelah matanya kearah teman bicaranya. ” Lagian kalo tuh cowok udah laku artinya doi normal, selain itu pastinya dah berpengalaman”, jelasnya sambil cekikikan bangga, seolah-olah yang sedang dibahas ini bukan manusia, melainkan objek. Kemudian dia menambahkan, “Kalau kita macarin laki orang, jadi ada tantangan tersendiri ne…., bikin lebih bersemangat untuk bersaing, dan biasanya gue jadi tempat curhatnya, ya mengenai RTnya lah dan bininya juga pastinya. Nah kalo dah gitu gue bisa jadi pahlawan dan dianggap paling baik serta bijaksana dimatanya, maka duit pun mengalir dengan mudah, apapun yang gue minta pasti dikasih”. Dan temannya pun tampak serius mendengarkan sambil mengangguk-angguk kecil. Fuiiihhhh…..bener-bener emosi jiwa aku mendengarnya, “keterlaluan bener ini manusia, bener-bener ga berprikemanusiaan dan ga waras, tega-teganya mengganggu RT orang, belum kena getahnya dia, dipikir hukuman Tuhan itu tidak ada”, maki ku dalam hati karna kesal. Lalu temannya pun menimpali, “Gimana dengan bininya ne…, loe udah pernah liat belum seperti apa, trus apa loe ga kasian?”. Dan sekali lagi perempuan menyebalkan itu menjawab, “Bininya jelek, jauhlah dibanding gue, lagian kalo lakinya aja ga sayang dan respek ma bininya, dan ga mikirin perasaan bininya, malah milih gue sebagai lovernya, dan bahkan mungkin waktunya lebih banyak dihabisin berdua gue ketimbang sama bininya, ngapain juga gue mikirin perasaan bininya, mending kelaut aja deh”, katanya sambil menyalakan rokok entah yang keberapa batang, dan kemudian dihisapnya dalam-dalam. Dan kata-kata terakhir yang masih sempat aku dengar dari percakapan mereka berdua adalah saat temennya berkata, “Wah, kok kedengerannya asik dan seru juga ya berpetualang pacaran sama cowok yang dah punya bini, kalo ada kenalan doi loe yang lagi nyari boleh juga tuh, cape juga gue pacaran gonta ganti ga ada yang beres, mereka cuma pada mau enaknya aja seperti loe bilang tadi, udah gitu ga menguntungkan buat gue eh sekalinya diajak serius pada ngabur, mending sekalian kaya loe aja kali yeee, sapa tau beneran jadi cere sama bininya, kita yang untung bisa langsung jadi nyonya besar, hahaha”. Dan itu adalahlah kalimat terakhir yang masuk ke kuping ku, karna serta merta aku segera ngajak anak ku Alya untuk segera beranjak meninggalkan dari tepat itu, karna kuping ku sudah terasa panas dan terbawa emosi sehingga sofa yang aku dudukin pun rasanya terbakar. lalu Alya pun dengan terbengong-bengong dan tidak mengerti membuntuti ku dibelakang.

Setelah kejadian tersebut aku jadi berpikir, ternyata apa yang selama ini aku denger, bahwa banyak perempuan-perempuan yang senang mengganggu RT orang, serta merebut suami orang itu ternyata bukanlah sekedar isapan jempol. Fenomena apakah ini, apakah karna perkembangan jaman yang begitu pesat sehingga moral manusia sudah tercemar, ataukah semakin berkurangnya keyakinan manusia akan adanya Tuhan, sehingga membuat mereka sama sekali tidak takut dengan apa yang namanya dosa atau hukuman Tuhan, atau semua semata-mata karna kebutuhan ekonomi, dimana kehidupan semakin lama semakin sulit sedang manusia ingin selalu tetap exist serta diterima dilingkungannya dengan segala kemewahannya, sehingga segala cara dilakukan untuk dapat mencapai semua itu. Selain itu apakah dengan semakin banyaknya perempuan-perempuan yang berprofesi seperti itu, para istri serta kaum ibu harus lebih waspada dalam menjaga suaminya masing-masing, padahal mereka bukannya barang yang harus dijaga, serta bukan seorang kriminal yang harus diawasi serta dicurigai, karna mereka juga punya perasaan dan tanggung jawab moril terhadap rumah tangganya. Selain itu inti dari sebuah pernikahan adalah saling percaya. Lalu bagaimana kita mencermati situasi dan kondisi sosial masyarakat yang berkembang sekarang ini yang pada akhirnya membuat kita sebagai seorang wanita dan juga seorang istri mau tidak mau menjadi harus lebih waspada, walapun sesungguhnya tidak semua suami suka berselingkuh, serta tega melakukan hal tersebut hingga menghianati istrinya demi wanita liar yang baru dikenalnya, dan tidak diketahui asal usul serta latar belakang keluarganya tersebut, dan hanya berniat untuk mencari keuntungan serta memperoleh apa yang diinginkannya dengan menggangu rumah tangga orang. Karna sesungguhnya masih banyak laki-laki serta para suami yang tidak mudah tergoda, serta selalu setia kepada istrinya tanpa harus selalu dicurigai dan diawasi, karna kodratnya para suami adalah kepala RT yang sudah seharusnya menjadi contoh serta memberi tauladan yang baik bagi keluarganya. Dan yang terakhir yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah selalu berada dilingkungan orang-orang yang baik serta terpelajar dan bermoral, dan tidak mudah terpengaruh serta percaya kepada orang-orang yang tidak kita kenal, serta tidak lupa untuk selalu berdoa memohon kepada Tuhan semoga rumah tangga kita serta orang-orang yang kita sayangi selalu dilindungi sehingga terhindar dari niat jahat serta hal-hal buruk dan negatif. Dan rumah tangga kita selalu menjadi RT yang sakinah mawadah dan warohmah selamannya….amien, selanjutnya positive thinking dan serahkan semua kepada yang diatas, karna yang kita cari adalah kebahagiaan yang abadi, bukan hanya sesaat saja.


profile

hi there, my name is Zyma Hamdan
& i'll write about my life when i have the time & space to..


chatbox

to me, formspring is my chatbox :p
formspring


affiliates

my tumblr
ummi amalina
adibah
afiqah judin
ajeem roslan
amalina AB
bash NA
candy vca
dayu
deena
eqaa jais
fatin sahrani
iza dwen
jiemoh
lyah kahar
nisa ali
pauline
qeen jamil
qyrna
s'bad
syazana kahar
thyrah
wizzieshii
yesh
yuyu
waiyee
zee judin
zee judin photography

archive

January 2009 December 2009 January 2010 February 2010 March 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 August 2010 September 2010 October 2010

credits

I'll skin you alive if I found out that you're using my skin without credits!

Layout : irislauxinyu.